21 Desember 2007

Sang Pemimpi

-Buku kedua dari tetralogi “Laskar Pelangi”.-

“Sebuah novel tentang keyakinan, cita-cita dan persahabatan..”

Jika dalam Laskar Pelangi kita mendapati kejeniusan seorang Lintang dengan dominasi otak kirinya dan ledakan besar dari otak kanan Mahar, maka dalam buku kedua Andrea Hirata ini (Sang Pemimpi), kita akan dihadapkan pada kebaikan dan keberanian seorang Arai, juga ketulusan hati dan keluguan Jimbron.

Arai dan Jimbron adalah sahabat dekat Ikal selama mereka SMA di “SMA Bukan Main” Belitong, dari keduanya Ikal akan banyak belajar tentang perjuangan hidup, terlebih karena Arai dan Jimbron hidup sebatang kara tanpa orang tua dan saudara kandung di dekatnya.

*** Novel ini secara umum bercerita tentang perjuangan keras tiga bocah SMA, Ikal, Arai dan Jimbron dalam menggapai cita-cita agung mereka. Cita-cita di tengah keterbatasan dan kemisikinan yang mereka miliki.

“Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!” jelas Arai, yang dijuluki Simpai Keramat oleh orang Melayu karena ia orang terakhir yang tersisa dari klannya. Arai melanjutkan, “Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati....”

Ya, dari kekuatan mimpi-lah mereka akan menginjak masa depan yang bahagia, jauh lebih bahagia dari hidupnya selama ini. Cita-cita kami adalah kami ingin sekolah ke Perancis! Ingin menginjakkan kaki di altar suci almamater Sorbonne, ingin menjelajahi Eropa sampai ke Afrika... Begitu naluri mereka berteriak setiap saat. Dan, Possibility !! semuanya mungkin, itulah filosofi Capo yang mereka pegang untuk dapat meraih cita-cita besar mereka...

***

Novel ini hanya akan memberikan ketakjuban sesaat tentang nilai cita-cita jika dipahami hanya sebatas karya biasa, namun akan makin memberi makna mendalam bagi pembaca setelah kita tahu bahwa cerita ini adalah terjadi dan benar dialami. Di balik kesungguhan dan kerja keras mereka dalam menggapai cita-cita, terselip kisah lucu persahabatan mereka, sehingga kita terbawa dalam kejenakaan Ikal dan kawan-kawannya. Di sisi yang lainnya kita diajak merenung, bahkan kadang kita harus terhenyak dengan keikhlasan hati Jimbron dan Arai yang berkorban habis-habisa demi persahabatan. Alur dalam novel ini juga tidak sedikit memberi kita kejutan-kejutan yang menyentuh. Luar Biasa!!

Kita dapat pelajaran berharga yang menggugah dari novel ini. Sebuah Novel yang sarat makna hidup Selamat Membaca.. [A.R.]

13 Desember 2007

Jerawat di Hidungku

Andai ku yakini bahwa jerawat adalah keadaan yang begitu menyebalkan, maka tentu sudah sejak lama aku membunuhnya. Dan andai ku berpikir bahwa jerawat di hidung adalah hal yang memalukan bagiku, maka tentu akan ku antisipasi setiap detik dari gejala kehadirannya. Tapi, jerawat di hidungku ini adalah suatu karya seni tersendiri, sebuah masterpiece tak ternilai, terukir indah tepat di bagian tengah hidungku yang sangat jauh dari kesan ambiguitas dan absurditas. Jerawatku ini bukan keadaan yang menyebalkan atau sosok yang menakutkan, sebagaimana dikatakan oleh banyak kawanku.

Seseorang telah mengukirnya untukku dengan totalitas cintanya, seseorang yang aku begitu mencintainya.. Dia memberikan kesan keluguan dan keindahan tersendiri pada jerawat buah tangannya. Indah dan begitu indah.

Keindahan ini yang sepertinya harus aku teriakkan pada dunia luas, “HAI KAWAN...HIDUNGKU BERJERAWAT!!!” dan dunia akan balas berteriak dengan ketakjuban mereka, “OH YA, INI LUAR BIASA INDAH KAWAN.!!”

Seharusnya aku mampu pelihara jerawat di hidungku ini dan aku jaga keindahannya. Namun, “keindahan tak akan pernah bertahan untuk waktu yang lama,” begitu para filosof Yunani kuno mengingatkanku.

Maka, pada akhirnya keindahan jerawatku lapuk di makan waktu,, habis di tangan naluri kewanitaanku yang begitu membenci jerawat ,. Jerawatku sayang... Jerawatku malang... Jerawatku hilang...

Cinta, ukirkan yang lebih indah dari itu.

25 November 2007

Penulis

"Aku selalu berpikir, kapan aku akan menjadi seperti mereka?? menjadi penulis, novelis, sastrawan, atau sekeder mahir menulis... Di saat hatiku berteriak hebat untuk menjadi seperti mereka dan dadaku sesak menyaksikan kebesaran nama mereka, Langkahku terdekap!! Aku tahu, hanya akan menjadi angan-angan kosong jika tidak pernah dimulai... Bukan belajar yang aku butuhkan sekarang, bukan pula dukungan dari teman, yang aku butuhkan sekarang adalah keberanian untuk mulai menulis...!! Akan ku besarkan namaku seperti juga mereka membesarkan nama mereka." Wish me Luck ;)

29 Oktober 2007

Aktualisasi Diri (?)

(Bukan pada titik aktualisasi diri seperti ini yang ingin aku capai!!) ---Iqbal dari sisi yang berbeda... hehehe..

1st Adenium

Iiihh.. cakep kaga' tu Adenium pertama yang gw punya?? Subhanallah ya... ^^ gw ketawa-ketiwi sendri lho liat adenium hasil ngerawat gw ini, ibu bilang ini harganya pasti mahal, (?). Padahal gw beli cuma dengan harga CEBAN (10 rebu-red). terus ntu gw rawat cuma berdasarkan informasi (Brows dari Net), ma tanya ma orang-orang yang punya hobi sama. Gimana kaga' cekep tu adenium, yang jualnya bilang itu biasa, (waktu beli belum berbunga), padahal setelah berbunga, tampak seperti adenium hasil silangan kan?? hehe.. Kelebihannya: punya bonggol yang cukup besar ma bunga yang menarik, dan dalam beberapa hari lagi bunganya akan terus tumbuh. loveU-adeniumQ. miSs U beyBeh...

19 Oktober 2007

Psychology: In Your Eyes

Diberdayakan oleh Blogger.