Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

14 Maret 2013

Sengkarut Anas..



Jumat, 15 Maret 2013

Tahun 2009, Anas pernah menulis buku tentang SBY berjudul, “Bukan Sekedar Presiden”. Buku itu menggambarkan bagaimana Anas sangat mengagungkan SBY, kala itu Anas belum jadi ketua umum Partai Demokrat. Lalu aku membayangkan andai tahun ini Anas kembali menulis buku tentang SBY, kira-kira apa ya judulnya?

Konflik di internal Partai Demokrat sudah sedemikian sengkarut. Setidaknya dimulai dari beberapa kader yang menjadi tersangka, dan puncaknya saat ‘para sengkuni’ menyusun skenario pelengseran Anas dari kursi ketua umum. Skenario itu pun berhasil, Anas benar-benar lengser namun luar biasa meradang Anas dan para loyalis yang selama ini mendukungnya.

15 Februari 2013

Drama Penangkapan Presiden PKS #3



Kamis, 31 Januari 2013

Malam makin larut, dan ada yang tak aku sadari. Sejak pagi aku belum makan nasi.. Duh! Akhirnya aku dan seorang rekan dari Tempo berjalan keluar mencari makan, tapi di sekitar kantor PKS itu makanan pinggir jalan sudah tutup, hanya ada pedagang jagung bakar. Akhirnya setelah membeli beberapa jagung bakar, kami makan itu di pelataran gedung DPP PKS bersama wartawan lain.

Pukul 01.30 WIB, kawan-kawan pamit pulang lebih dulu. Tapi aku masih enggan pulang, karena aku melihat mobil Anis Matta masih terparkir di halaman depan. Plat RFS, itu mobil wakil ketua DPR. Hanya menyisakan aku dan kru Metro TV, mereka ada 3 orang termasuk kameramen dan reporter.

Drama Penangkapan Presiden PKS #2

-Konferensi pers LHI sebelum ditangkap KPK-

Rabu, 30 Januari 2013

Sekitar pukul 22.50 WIB, Anis Matta keluar dari ruangan dan menyampaikan bahwa akan ada konferensi pers terkait status Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus impor sapi. Anis tak banyak bicara, ia kemudian masuk ke dalam lift dan menuju lantai 5 dimana petinggi PKS juga ada di dalamnya, termasuk Luthfi Hasan. Sementara beberapa orang mulai mempersiapkan jumpa pers di ruang yang sebelumnya jadi rapat pleno DPP PKS.

Pukul 23.00 WIB, sekitar 6 orang penyidik KPK tiba-tiba merangsek masuk ke dalam gedung DPP PKS. Salah seorang dari mereka mengenakan ID KPK. Kontan saja wartawan langsung mengepung 6 penyidik KPK yang bergerak menuju lift itu.

31 Januari 2013

Drama Penangkapan Presiden PKS #1



Rabu, 30 Januari 2013

Rabu (30/1), sekitar pukul 18.30 WIB aku tiba di Gedung DPP PKS, Jalan Tb Simatupang, Jakarta Selatan. Usai salat magrib di mushala belakang, aku langsung menuju ke dalam gedung partai berlambang bulan sabit itu. Ada yang beda memang dengan markas PKS, saat membuka pintu utama gedung, aku langsung dihadapkan pada ruang mushala. Ya, ruang pertama yang terlihat adalah mushala. Tepatnya bukan ruang, tetapi lantai dasar yang disulap jadi mushala. Jauh berbeda dengan kantor DPP lain, Demokrat, PDIP, Hanura, PPP atau yang lainnya. Bahkan Demokrat aku baru dapati mushalanya di bagian atap gedung.

Malam itu aku masih belum mengerti mengapa kantor memintaku ke DPP PKS. Intruksinya akan ada konferensi pers dari PKS terkait penangkapan 2 orang oleh KPK pada hari sebelumnya di Hotel Le Meredian. Saat di DPR siang tadi, kawan-kawan (wartawan) pun sudah mulai menanyakan pada Hidayat soal apakah kader PKS terlibat dalam kasus itu, tapi jelas saja dibantah. 

03 September 2008

LOGO BARU UIN JAKARTA

Penampilan musik orkestra Dwiki Darmawan dan penyanyi Ita Purnamasari di Auditorium Utama, Kamis (21/8) malam, menandai sejarah baru UIN Jakarta. Malam itu, logo lama UIN Jakarta resmi diganti dengan logo baru.

Selain musik orkestra, peluncuran logo baru juga ditandai dengan pembukaan kain selubung logo oleh Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat di atas panggung yang didampingi mantan rektor Drs H Ahmad Syadzali serta para pembantu rektor. Saat kain dibuka, tepuk tangan pun menggema seraya ditingkahi oleh permainan lampu aneka warna dan asap tebal (gas smoke) yang keluar dari sela-sela panggung.

Sejumlah pinisepuh UIN Jakarta turut menyaksikan peluncuran logo baru itu. Juga hadir Direktur MarkPlus Hermawan Kertajaya dan Anggota DPR RI dari Fraksi PPP) Hadimulyo.

Hermawan Kertajaya mengatakan, penggantian logo UIN Jakarta sudah tepat dan menunjukkan nilai-nilai yang lebih universal. "Logo baru UIN Jakarta sekarang melambangkan proses horizontalisasi. Ini mencerminkan kemajuan," katanya.

Sementara Rektor dalam sambutannya menegaskan, logo baru UIN Jakarta diganti bukan tanpa alasan. Setidaknya, menurut rektor, ada dua alasan yang melandasi. Pertama, logo lama bersifat verbalistik yang lebih menonjolkan elemen geografis lokal dan elemen kenegaraan. Selain itu, logo lama tidak distingtif dan memadai untuk memberikan gambaran sebuah identitas baru bagi UIN Jakarta menuju world class university. Kedua, hasil kesepakatan rapat senat para guru besar.

"Logo lama itu bergambar ada Monumen Nasional-nya. Sekarang, kita tidak lagi berdasarkan geografis lokal, baik Jakarta, Banten maupun Jawa Barat, tetapi dunia yang digambarkan dengan bola dunia. Jadi, kita ingin UIN Jakarta itu mendunia," tegasnya.

Gambar logo baru UIN Jakarta terdiri atas empat elemen, yakni bola dunia, partikel atom, kitab suci, dan tulisan "UIN". Bola dunia berwarna biru, melambangkan wawasan universal UIN Jakarta dan juga misi Islam sebagai rahmatan lil'alamin. Partikel atom berwarna emas menggmbarkan keilmuan dan dinamika serta keajegan hukum alam (sunnatullah) yang diperintahkan Allah untuk selalu dibaca dan diteliti demi kesejahteraan umat manusia. Parikel itu juga dapat dilihat sebagai bunga lotus atau sidrah (sidrah al-muntaha), yakni lambang cita-cita setiap mukmin untuk menggapai pengetahuan kebenaran tertinggi (ma'rifah al-haq).

Kemudian kitab suci berwarna putih dengan garis tepi berwarna kehijaun, melambangkan sumber inspirasi dan kaidah hukum serta moral bagi pengembangan UIN Jakarta. Sementara tulisan "UIN" berwarna bitu melambangkan kedalaman ilmu, kedamaian, dan kepulauan nusantara yang berada di antara dua lautan besar, yakni sebuah wilayah yang mempertemukan berbagai peradaban dunia. Selain itu, terdapat juga garis putih horizontal yang membelah tulisan "UIN". Garis ini merupakah pengikat UIN Jakarta sebagai universitas yang kuat (sirah al-mustaqim). sumber: www.uinjkt.ac.id
Diberdayakan oleh Blogger.