11 Februari 2012

WISUDA; Tentang Bahagia dan [Proses] Membahagiakan




Sebuah Catatan; Iqbal

Lama aku berpikir mengapa aku harus wisuda.. Berdiri bersama ratusan orang yang secara sengaja menginginkan gelar, terbahak dan berseru mengagungkan satu pencapaian saat rektor memindahkan kuncir toga kami dari kiri ke kanan. Lalu, bilakah wisuda hanya menjadi prosesi sakral kaum akademisi?

Menjadi momentum kebahagiaan atas satu proses pencapaian gelar yang disebut sebagai kuliah.. Tapi bilakah momentum ini hanya dipandang sebagai momentum akhir dari satu pergulatan panjang kaum cendekia bernama ‘mahasiswa’ tanpa melihat apa yang telah didapat dan apa yang tidak didapat, lalu melekatkan mereka pada nilai akhir yang tanpa disadari telah mengurutkan mereka secara kategoris sebagai pintar dengan cumlaude, amat baik, baik dan buruk? Tidakkah kita cukup malu untuk merayakan satu kemenangan hanya saat mahkota kebanggaan bernama toga kita kenakan? Karena sungguhpun ini adalah gelar pertama dalam hidup yang aku peroleh, aku tak bangga dan tak menginginkannya, jika sedikitpun itu tak berarti bagi orang lain.. Pun tidak pada kebahagiaan yang dirasakan saat itu tercapai!

Diberdayakan oleh Blogger.