25 April 2013

Catatan Jurnalis #3

Unforgetable Journey


Menjadi wartawan betul-betul pekerjaan yang menyenangkan. Dulu, aku selalu membayangkan bisa menginjak satu daerah yang memiliki budaya yang berbeda dengan budayaku (Sunda), atau berpetualang dengan cara-cara yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Maklum, sejak kecil hingga lulus kuliah aku tak pernah bepergian melebihi batas ujung barat Banten dan ujung timur Jawa Barat. Duh, menyedihkan! Tapi bersyukur rupanya aku dapati semua bayanganku kala aku menjadi wartawan.

Setidaknya dalam setahun ini aku mengalami perjalanan-perjalanan tak terlupakan. Pengalaman pertama dan paling menakjubkan adalah saat mengikuti pelayaran PT Pelni ke Kalimantan (Agustus 2012). Takjub luar biasa saat aku bisa berlayar 22 jam dari Semarang menuju Kalimantan dengan kapal pesiar milik Pelni. Lebih menakjubkan lagi karena saat itu adalah bulan Ramadan. Subhanallah.. Betul-betul luar biasa perjalanan kala itu. Aku menuliskan ketakjuban itu dalam tiga tulisan [Menginjak Lautan #1, MenginjakLautan #2, Menginjak Lautan #3 dan Menginjak Lautan #4].
Secara ringkas perjalanan saat itu dimulai dengan penerbangan menuju Semarang, kemudian kapal laut 22 jam ke Kalimantan dan pulang dengan pesawat kecil kembali ke Semarang lagi, baru kemudian ke Jakarta. What an amazing experience! :)

Pengalaman tak terlupakan lainnya adalah liputan 5 hari di Jawa Tengah (November 2012), kali ini aku diajak rombongan Ibas sebagai anggota DPR yang turun ke Dapil, diantaranya ke Trenggalek, Pacitan, Magetan dan Ngawi. Tentu saat kita menuju satu lokasi tidak saja kabupaten dituju yang dilalui, tapi aku sempat ke Surabaya, Jombang, Solo dan lainnya.

Menyenangkan bisa mengunjungi dan melihat langsung kehidupan masyarakat Jawa. Sejujurnya ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tanah Jawa (Timur, Tengah), karenanya girang bukan main aku bisa liputan Jawa. Saat itu tak hanya menemani Ibas menemui masyarakat di beberapa kabupaten, tapi aku dan kawan-kawan juga sempat mengunjungi beberapa lokasi wisata, seperti Goa Gong, Pantai Trenggalek dan Museum Saringan. Hal lainnya tentu saja aku bisa mencicipi beberapa makanan khas Jawa di lokasinya langsung. Wah, luar biasa! he

Liputan luar kota lain adalah ke Makassar, Sulawesi Selatan (Februari 2013). Agenda ini terhitung mendadak, hanya satu hari sebelumnya dikabari. Liputan kali adalah meliput pembukaan kantor cabang Air Asia di Makassar. Acara hanya satu hari, kantor menugaskanku karena dalam acara itu ada Jusuf Kalla.

Sama seperti liputan sebelumnya, mengunjungi Makassar juga menjadi pertama kalinya bagiku. Tak terbayang sebelumnya olehku bagaimana bentuk Kota Makassar, karenanya aku tak lupa membawa kamera. Hehe. Acara inti hanya berlangsung sekitar 2 jam, selebihnya meluangkan waktu untuk menulis berita, dan makan. Nah, saat-saat yang ditunggu tentu saja jalan-jalan. Di Makassar aku sempat mengunjungi Pantai Losari dan Benteng Fort Rotterdam, keduanya aku buat dalam tulisan feature untuk detikTravel.

Luar biasa memang Kota Makassar. Walau hanya sesaat mengunjunginya, tapi aku merasa bersyukur bisa tenggelam di Kota Mamiri, mengunjungi pusat kota, lokasi wisata, dan mencicipi masakan khas Makassar. Tak lupa aku membeli kenang-kenangan dari Kota Bugis itu. Hehe

 -Makassar-

Pengalaman paling menakjubkan adalah yang terakhir, liputanku ke luar negeri, Brunei Darussalam (April, 2013). Sebelum ke Brunei aku sempat ditawari ke Thailand dan Vietnam, tapi rupanya batal karena berbenturan dengan agenda politik nasional. Maka ke Brunei ini adalah liputan pertamaku ke luar negeri.

Negara terkaya kelima ini memberikanku kesan berbeda, agenda liputan adalah Asean Ministrial Economic Council atau pertemuan menteri ekonomi se-Asean. Aku diundang oleh Kementerian Perekonomian. Agenda inti hanya satu hari, maka sisanya hanya untuk berleha-leha dan jalan-jalan. Hehe.

Beberapa lokasi wisata yang sempat aku kunjungi adalah ikon negara Brunei Masjid Omar Ali Saefudin, kemudian Kampong Ayer dan beberapa lokasi lain. Hal yang luar biasa tentu saja saat kembali ke tanah air dengan beberapa oleh-oleh khas Brunei. Aku akan tuliskan liputan Brunei ini dalam dua catatan berbeda. [Liputan Brunei #1 dan Liputan Brunei #2]

Itulah sedikitnya catatan liputanku di luar kota yang pernah aku alami. Selebihnya ada, namun meski agendanya besar dan internasional, tapi hanya berlangsung di Jabodetabek. Seperti World Peace Forum di Bogor, atau kunjungan Dubes AS ke Bekasi.

Dari perjalanan itu tak hanya budaya dan objek wisata yang aku dapat, tapi kesempatan untuk mencoba berpetualang dengan beberapa moda transportasi dari kapal pesiar, hingga pesawat mulai dari Kalstar, Garuda hingga Royal Brunei. Menyenangkan!

Maka tak hentinya aku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan sehingga aku bisa mengunjungi beberapa kota tersebut. Aku pun merasa mozaik cita-cita itu mulai tersusun, hal yang tak pernah aku alami sebelumnya. Alhamdulillah.. :)


 –Tim Eskpedisi Kalimantan-

1 comments:

rizkipd mengatakan...

Mantap. Sukses kang

Diberdayakan oleh Blogger.